Rabu, 24 Juli 2013

Perilaku dan Jenis-Jenis Biaya

Biaya merupakan objek yang diproses oleh akuntansi biaya. Dalam arti luas biaya adalah pengorbanan sumber ekonomi, yang diukur dalam satuan uang, yang telah terjadi atau yang kemungkinan akan terjadi untuk tujuan tertentu. Akuntan mendefinisikan biaya (cost) sebagai sumber daya yang dikorbankan (sacrified)  atau dilepaskan (forgone) untuk mencapai tujuan tertentu. (Horngren, 2008). Namun, dalam perkembangannya Biaya (cost) dan beban (expense) terdapan perbedaan definisi dan pemahaman. Biaya (cost) merupakan suatu pengorbanan sumber daya untuk mencapai suatu tujuan tertentu (asset), ex. Biaya perolehan asset, biaya penyusutan dll. Sedangkan beban (expense) merupakan pengorbanan yang dikeluarkan untuk menghasilkan prestasi dan tidak memiliki masa manfaat dimasa yang akan datang dengan mengurangkan pada dari laba periode berjalan, ex. Beban telepon, Listrik dll.

Pentingnya adanya informasi biaya untuk memenuhi berbagai macam tujuan.
  1. Untuk tujuan penentuan harga pokok produksi,  akuntansi biaya menyajikan biaya yang telah terjadi di masa lalu.
  2. Untuk tujuan pengendalian biaya, akuntansi biaya menyajikan informasi biaya yang diperkirakan akan terjadi dengan biaya yang sesungguhnya terjadi, kemudian menyajikan analisis terhadap penyimpangannya.
  3. Untuk tujuan pengambilan keputusan khusus, akuntansi biaya menyajikan biaya yang relevan dengan keputusan yang akan diambil, dan biaya yang relevan dengan pengambilan keputusan khusus ini selalu berhubungan dengan biaya masa yang akan datang.
Pengelompokan Biaya
Biaya dapat dikelompokkan menjadi berbagai macam kelompok biaya sesuai dengan kebutuhan pemakai.
  1. Pengelompokan menurut objek pengeluaran, Dalam cara penggolongan ini, nama obyek pengeluaran merupakan dasar penggolongan biaya. Misalnya nama obyek pengeluaran adalah bahan bakar, maka semua pengeluaran yang berhubungan dengan bahan bakar disebut “biaya bahan bakar”.
  2. Pengelompokan menurut fungsi-fungsi pokok dalam perusahaan, yaitu ada 2 macam:
  • Biaya produksi, terdiri dari: Biaya bahan baku, Biaya tenaga kerja, dan biaya overhead prabik
  • Biaya non produksi, terdiri dari: Biaya pemasaran dan Biaya administrasi dan umum
     3. Menurut hubungan biaya dengan sesuatu yang dibiayai,
  • Biaya langsung, berkaitan dengan obyek biaya tertentu dan dapat ditelusuri ke obyek biaya tersebut dengan cara yang layak secara ekonomi (efektif-biaya). Contoh; biaya kaleng atau botol untuk produk teh botol.
  • Biaya tak langsung, berkaitan dengan obyek biaya tertentu namun tidak dapat ditelusuri ke obyek biaya tersebut dengan cara yang layak secara ekonomi (efektif-biaya). Contoh; biaya gaji supervisor.
   4. Menurut perilakunya dalam hubungannya dengan perubahan volume kegiatannya adalah
  • Biaya tetap (fixed cost), merupakan biaya yang tidak akan berubah secara total selama periode waktu tertentu, sekalipun terjadi perubahan yang besar atas tingkat aktivitas atau volume terkait.
  • Biaya variabel (variable cost), merupakan biaya secara total berubah seiring dengan perubahan tingkat aktivitas atau volume yang terkait.
  • Biaya Semivariabel (Semivariable cost), merupakan biaya yang memiliki baik komponen tetap dan variable.
           Adapun yang menjadi alas an dalam pemisahan antara biaya variable dan manufaktur adalah, sebagai berikut:
  • Perhitungan tariff biaya overhead yang ditentukan sebelumnya dan analisi varian
  • Penyusunan anggaran fleksibel dan analisis varians
  • Perhitungan biaya langsung dan analisis margin contribution
  • Analisis titik impas dan analisis volume laba
  • Analisis biaya deferensiasi dan komparasi
  • Analisis maksimalisasi laba dan miniminilisasi biaya jangka pendek
  • Analisis anggaran modal
  • Analisis probabilitas pemasaran berdasarkan daerah, produk dan pelanggaran.
   5. Menurut jangka waktu manfaatnya.
  • Pengeluaran modal (capital expenditure), Biaya yang mempunyai manfaat lebih dari satu periode akuntansi. Pada saat terjadinya dibebankan sebagai harga pokok aktiva.
  • Pengeluaran investasi (revenue expenditure), Biaya yang hanya mempunyai manfaat dalam periode akuntansi terjadinya pengeluaran tersebut.

0 komentar:

Poskan Komentar